Alokasi APBN Lampung Tahun 2024 Rp 31,58 Triliun, Berikut Ini Rinciannya

Alokasi APBN Lampung Tahun 2024 Rp 31,58 Triliun, Berikut Ini Rinciannya

Penyerahan DIPA dan TDP APBN Lampung 2024.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---

RADARLAMPUNG.CO.ID - Alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Lampung tahun 2024 meningkatkan 4,09 persen dibanding tahun 2023.

Di mana, Lampung tahun 2024 mendapat alokasi APBN sebesar Rp 31,58 triliun atau meningkat sekitar Rp 1,24 triliun dari tahun 2023 yang mendapat alokasi sekitar Rp 30,34 triliun.

Dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Negara/Lembaga dan Transfer ke Daerah (TKD) tahun anggaran 2024 diserahkan secara langsung oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. 

Penyerahan dilakukan di Mahan Agung, pada Rabu 13 Desember 2023 didampingi oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung Mohammad Dody Fachrudin.

BACA JUGA:Peraturan Desa Prematur Disinyalir Hantarkan Kades Masuk Bui

Mohammad Dody Fachrudin mengatakan, tahun 2024 Lampung mendapat alokasi APBN sebesar Rp 31,58 triliun yang terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 9,32 triliun dan TKD Rp 22,26 triliun.

Adapun alokasi TKD Lampung tahun tahun 2024 sebesar Rp 22,26 triliun terdiri dari Dana bagi hasil (DBH) Rp 602,81 miliar; Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 13,66 triliun.

Kemudian, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Rp 1,45 triliun; DAK Non Fisik Rp 4,12 triliun; Hibah Daerah Rp 1,87 miliar; Insentif Fiskal Rp 147,69 miliar; dan Dana Desa Rp 2,26 triliun.

Untuk alokasi TKD tahun 2024, kata Mohammad Dody Fachrudin ada dua jenis TKD yang mengalami peningkatan, yakni pada alokasi DAU dan DAK Fisik.

BACA JUGA:Bertugas Selama 24 Jam, BPBD Mesuji Siaga Bencana Banjir

"DAU penambahannya signifikan mencapai Rp 1,05 triliun atau naik 8,3 persen jika dibandingkan tahun 2023. Sedangkan untuk DAK Fisik meningkat sebesar Rp 0,22 triliun atau meningkat 17,8 persen," ungkapnya.

Peningkatan nilai TKD tersebut diperuntukan guna mendukung penggajian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Daerah terutama guru dan tenaga kesehatan.

Lalu, meningkatkan pelayanan publik di daerah, mendukung operasional sekolah, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pendidikan kesetaraan, serta untuk menangani kemiskinan ekstrem dan stunting.

Sementara Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menekankan arah kebijakan APBN 2024 diarahkan untuk mendukung percepatan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: