Tanggapi Oknum Polri Terlibat Kasus Narkoba, Granat: Bukan Darurat, Indonesia sedang Bencana Narkoba

Tanggapi Oknum Polri Terlibat Kasus Narkoba, Granat: Bukan Darurat, Indonesia sedang Bencana Narkoba

Pengurus Granat Lampung apresiasi komitmen Kapolri tindak tegas pelanggar hukum narkoba dan perjudian. (foto dok. radarlampung.co.id)--

BANDAR LAMPUNG, RADARLAMPUNG.CO.ID - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Provinsi Lampung mengaku sangat prihatin atas adanya oknum Polri yang diduga terlibat kasus narkoba.

Diantaranya terduga oknum Perwira Tinggi Polri, Teddy Minahasa.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPD Granat Provinsi Lampung Tony Eka Candra.

Tony Eka Candra mengatakan bahwa peristiwa ini membuktikan kepada publik bahwa sindikat, kejahatan, peredaran gelap, dan penyalahgunaan narkoba sudah masuk ke semua lini kehidupan masyarakat.

BACA JUGA:Lagu 'As One' dari Rossa Pukau Ribuan Penonton di 25 Shining Years Concert

"Tanpa melihat latar belakang usia, status sosial, pendidikan, dan profesi. Tanpa terkecuali oknum aparat penegak hukum," ujar Tony Eka Candra didampingi Sekretaris Ketua DPD Granat Provinsi Lampung Agus BN beserta jajaran pengurus di Kantor DPD Granat Provinsi Lampung, Sabtu, 15 Oktober 2022.

Granat Lampung juga mendukung serta memberikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Atas komitmen Polri untuk bersih-bersih dan tanpa pandang bulu menindak tegas siapapun.

Termasuk oknum Polri yang melakukan pelanggaran hukum, diantaranya yang terlibat kasus narkoba dan perjudian.

BACA JUGA:Keanekaragaman Hayati di Lampung Mengapa Harus Lestari

Dalam keterangan tertulisnya kepada radarlampung.co.id, Minggu 16 Oktober 2022, Tony Eka Candra menjelaskan, beberapa waktu lalu Presiden RI Joko Widodo menyatakan bahwa Pemerintah sudah menabuh genderang perang terhadap kejahatan dan peredaran gelap narkoba.

Yaitu dengan melakukan langkah pemberantasan kejahatan dan peredaran gelap narkoba harus dilakukan lebih gencar, lebih berani, komprehensif, dan terpadu.

Selain itu, harus tegas dalam penindakan, menutup semua celah penyelundupan yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Serta terus melakukan upaya-upaya penguatan pencegahan dan pemberantasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: