Korban Kebakaran Terima Bantuan, Berharap Bisa Bangun Rumah Kembali
Kondisi rumah Salim (54) warga Jalan Cendrawasih, Gedong Air, TKB, ýang ludes terbakar hari ini mendapatkan sejumlah bantuan dari Kelurahan dan warga setempat, Rabu, 5 Agustus 2026.-Foto Melida Rohlita-
RADARLAMPUNG.CO.ID – Sepekan setelah rumahnya hangus dilalap api, Salim, warga Jalan Cendrawasih, Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat, perlahan mulai menata kembali kehidupannya.
Ya, di tengah duka akibat kehilangan tempat tinggal, seluruh perabot rumah tangga, hingga tiga ekor kucing peliharaannya, uluran tangan dari warga dan berbagai elemen masyarakat menjadi kekuatan untuk bangkit.
Rabu, 5 Agustus 2026, Salim menerima bantuan berupa donasi yang dihimpun oleh Kelurahan Gedong Air bersama Tim Penggerak (TP) PKK, kader Posyandu, kader KB, relawan Sapa, komunitas Senam Pesona Indah, serta masyarakat sekitar. bantuan uang tunai yang terkumpul mencapai sekitar Rp5 juta.
Bagi Salim, bantuan tersebut bukan sekadar nilai materi. Dukungan itu membuatnya merasa tidak sendiri menghadapi musibah yang datang begitu tiba-tiba.
"Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih. Bantuan ini sangat membantu untuk meringankan beban saya, terutama nanti untuk membeli bahan-bahan bangunan," kata Salim.
Pria yang telah tinggal di kawasan tersebut sejak tahun 1970-an itu mengaku masih sulit melupakan malam ketika rumahnya terbakar. Menurut dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik.
Malam itu, ia baru pulang bekerja dalam kondisi kelelahan dan sempat tertidur di kursi. Sekitar pukul 00.00 WIB ia sempat terbangun, kemudian kembali beristirahat.
Beberapa saat kemudian, sekitar pukul 01.30 WIB, ia keluar rumah untuk membeli nasi di warung yang berada tidak jauh dari rumahnya.
Jarak warung yang dekat membuatnya hanya meninggalkan rumah sekitar lima menit. Saat berangkat, tidak ada tanda-tanda apa pun yang mengarah pada kebakaran.
"Sama sekali tidak ada bau hangus atau tanda-tanda api. Begitu saya pulang, api sudah terlihat dari bagian atas plafon," kenangnya.
Melihat kobaran api mulai membesar, Salim masih berusaha menyelamatkan rumahnya. Ia berlari ke bagian belakang untuk mengambil selang air dengan harapan api bisa dipadamkan sebelum menjalar ke seluruh bangunan.
Namun, usahanya tidak membuahkan hasil. Dalam waktu singkat, api sudah menembus atap dan keluar melalui genteng. Ia pun menyadari rumahnya tidak lagi dapat diselamatkan.
"Saya mau ambil selang air, tapi waktu sampai belakang api sudah keluar dari genteng. Saya pikir sudah tidak ada harapan lagi. Akhirnya saya hanya fokus menyelamatkan kendaraan," ujarnya.
Tidak hanya bangunan dan seluruh isi rumah yang habis terbakar, tiga ekor kucing peliharaan Salim juga tidak berhasil diselamatkan. Kehilangan itu menjadi pukulan tersendiri baginya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


